Postingan

Kemerdekaan Indonesia (Sekali untuk Selamanya)

Gambar
Lagu kebangsaan Bangsa Indonesia (Indonesia Raya) versi asli W.R. Soepratman Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia  pada hari  Jumat , tanggal  17 Agustus   1945   tahun Masehi , atau tanggal  17 Agustus  2605 menurut  tahun Jepang  dan tanggal 8  Ramadan  1364 menurut  Kalender Hijriyah ,   yang dibacakan oleh  Ir. Soekarno  dengan didampingi oleh  Drs. Mohammad Hatta  bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56 ,  Jakarta Pusat . ( http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia) Pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ir. Soekarno Pengibaran sang saka merah putih yang telah dijahit oleh ibu Fatmawati Soekarno Kalau dulu rakyat Indonesia berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan, untuk bisa membacakan proklamasi kemerdekaan, untuk bisa mengibarkan bendera merah putih dan untuk bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bebas. selebihnya...

Its not a trap! Bisa masuk, harus bisa keluar!

Gambar
Entrance ceremony the gank of the ospek first semester after fieldtrip for the primary ecological practice in cangar first semester waiting for genetic assistan before practicum second semester in indonesian laguage final practice exam second semester photo for the final report of biochemistry practicum second semester in ngijo experimental garden DBT practicum second semester in sosiology fieldtrip in junrejo subdistric third semester in the field, TPT practicum third semester after ecological fieldtrip, with all assistans fourth semester in workfield of STELLA practicum fourth semester in fieldtrip of irrigation and draination practicum before go fifth semester in jatokerto experimental garden in PHEP practicum fifth semester after enterpreiner expo practicum sixth semester with breeding experimental group in the library sixth semester in purwodadi botanica...

Show Up Your Face, Face the World

Gambar
"Who Will I Be" Who Will I be? Whoo, yeah, yeah, yeah! How to choose Who to be Well lets see There's so many choices now Play guitar, be a moviestar In my head, a voice says Why not? Try everything Why stop? Reach for any dream I can rock 'cause it's my life and now's the time Who will I be? It's up to me All the never ending possibilities That I can see There's nothing that I can't do Who will I be? Yes I believe I get to make the future what I want to If I can become anyone and know the choice is Up to me! If I decide I'm the girl To change the world I can do it anytime Opportunity Right in front of me And the choice if all mine I wanna find the who I am inside Who will I be I wanna show the way that I can shine, yeah! Oh yeah! Who will I be? It's up to me All the never ending possibilities That I can see There's nothing that I can't do Who will I be? Yes I believe ...

Merasakan (yang ku kira) Cinta

Gambar
Cinta, maafkan aku ya... aku hanya wanita biasa, aku hanya sedang jatuh cinta padamu.. dalam keluguanku mengartikan kehidupan, egoku masih berjalan di depan. logikaku mengalahkan segalanya, rasa yang kutumbuhkan sendiri, meliar diatasnya, meski, dengan logikaku semua terasa tak masuk akal.. dalam gulitanya malam, suara hewan malam memeriahkan malamku hingga terasa lebih mengharu biru, sesekali ku baca kembali pesanmu, jawaban dari segala pertanyaanku. percakapan singkat yang selalu menjadi semangatku.. kekanakan memang, picisan sekali ya? bahkan, untuk sekedar bersamamu, aku bahkan sampai lupa bahwa dalam siang, mungkin kegugupanku akan sangat kentara... kau tau? ketidak pedulianmu justru akan membuatku merasa penasaran. kadang kau buat aku melayang kadang kau jatuhkan aku ke jurang.. aku. bertemu dengan banyak yang lain. kau tau? aku sedang mengagumi seseorang yang lain, yang bukan kamu. aku tidak tau seberapa kagumnya aku, atau aku hanya sedang ...

Jika Aku, adalah Aku yang Lain

Gambar
Ku cumburu. Entah pada siapa ku cemburu. Rasa yang kulibas dengan kasar ini tak pernah bisa mati, meski ku sudah berusaha sekuat hati. Justru ia semakin menghijau, semakin tumbuh dengan liarnya tanpa bisa ku pertahankan lagi. Aku cemburu, entah dengan siapa. Mungkin dengan diriku sendiri. Rasa cemburuku sudah beberapa kali membunuhku. Membuatku merasa hilang di dunia antah berantah, sementara tubuhku masih utuh, terdiam, tak beranjak karena takut, entah pula pada apa. Aku cemburu, entah pada apa. Barangkali aku cemburu, pada harapan semua orang tentangku. Sebab, aku merasa tak mampu, bagaimana jika aku tak mampu? Aku hanya aku, dengan aku di dalam diriku. Bagaimana, jika aku tak mampu mengendalikan aku yang lain dalam diriku? Bagaimana jika aku tak seperti aku yang kau harapkan? Aku, kenapa harus aku? Kenapa harus padaku, kau gantungkan harapan mu? Apa kau tak takut terjatuh? Aku, cemburu entah pada siapa. Jauh dalam diriku, aku merasa tak pantas...

Satu Kata, Kita

Kali ini. Biarkan ku mulai dengan satu kata. Kita. Kita, kau dan aku. Kita sama sama sedang berjuang bukan? Pada jalan yang masih terus kita perkirakan ujungnya. Sebab, kita tidak pernah tau, apakah peta yang kita miliki akan menuntun pada tempat yang kita maksud atau bukan. Kalau kau sama sedang resah. Aku juga begitu, aku tak pernah tau kemana takdir akan membawa kita. Tapi, kau bisa percaya padaku. Bahwa roda depan akan terus berada di depan utk menentukan arah, kau penhemudinya maka kau harus menentukannya. Roda belakang adalah apa yang disebut takdir. Maka berpasrahlah. Kita. Kau percaya. Kalau sudah menjadi takdir maka akan menjadi mudah.

Celotehan Pena Hati

Gambar
Aku, Biarkan ku mulai dengan satu kata, ‘aku’ Aku telah menulis banyak puisi cinta, yang ku tulis dengan pena meski tanpa tinta. Kenapa tanpa tinta? Karena tintanya telah lama habis karena terlalu banyak menulis, tanpa ada satupun yang diterima oleh pembaca yang tepat. Aku telah membuat nada-nada cinta, yang kumainkan tanpa syair yang tepat. Sebab, aku telah kehabisan kata-kata puitisku untuk menggambarkan hati yang sedang mencinta, sebab aku telah lama menghabiskan banyak kata walau tanpa makna. Aku telah melukiskan semua rona kasih sayang yang bisa kulukis dengan tanganku, meski tanpa warna, pucat tanpa hasrat. Kenapa tak berwarna? Sebab, aku telah menghabiskan semua kombinasi warna yang biasa digunakan oleh pelukis di dunia. Kau tau? Aku juga sudah membacakan banyak sekali doa permohonan supaya aku dipertemukan dengan seseorang, yang entah siapa dan dimana. Saking seringnya, hingga hatiku sendiri tak pernah mantab pada satu saja tujuanku. Sebab, ketika...